Memorabilia sepak bola

7-sejarah-sepak-bola

Sejarha dari memorabilia sepak bola seperti buku memang bukan sesuatu yang luar biasa. Hal itu terjadi karena sepak bola tidak perlu menjadikan dirinya sebagai sebuah fiksi; atau mungkin karena tidak ada orang yang bisa menuliskan ceirta fiksi luar biasa tentang sepak bola.

Souvenir seperti buku dengan tema sepak bola pertama kali muncul setelah Perang Dunia Pertama. Buku ini khususnya ditujukan bagi para anak-anak dan sering kali muncul di banyak sekolah pemerintah. Sumber yang pernah ditemukan, hanya Arnold Bennett dan J.B. Priestly dari novelis terkenal yang pernah menggunakan dunia sepak bola sebagai material mereka.

Dalam novelnya The Card, Bennet mengamati bahwa sepak bola telah melebihi bentuk rekreasi lainnya di wilayah Inggris, khususnya bagi pendukung fanatik Knype (Stoke) dan Bursley (Port Vale). Tulisan Leonard Gribble berjudul Arsenal Stadium Mystery (1939), sebuah novel kriminal dengan setingan sepak bola, dibuatkan filmnya yang saat ini masih sering dimuat dalam televise. Setelah Perang Dunia Kedua cerita sepak bola terus bermunculan.

Di akhir tahun 1980 penulis seperti Julian Barnes dan Martin Amis mulai memasukan cerita sepak bola kuno dalam tulisan mereka. Fiksi berdasarkan tema holiganisme juga mulai bermunculan di tahun 1900’an, dengan yang paling terkenal saat ini bisa dibilang karya Jon King dari The Football Factory, Headhunters dan England Away. Film seperti ini mungkin kurang populer sebagai souvenir atau memorabilia. Akan tetapi, film populer ini ada di antara kebanyakan fans dan juga punya nilai tersendiri.

Karya seni sepak bola lainnya meliputi How Steeple Sinderby Wanderers Won the FA Cup karya JL Carr, sebuah parodi, dan The Goalie karya Jim Crumley, novel berdasarkan cerita nyata dari kakek penulis, Bob Crummley, seorang kiper bagi Dundee United dan akhirnya , jadi tentara di Great Ward. Bersama dengan karya itu adalah karya dari Brian Glanville berjudul Goalkeepers are Different, sebuah cerita dari seorang pemuda yang berjuang untuk masuk ke kancah profesional.

Pivo